Begini Isi Percakapan Aa Gym Dengan Ahok Via WhatsApp


HARIANMAG - Da'i Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) meminta agar umat Islam tidak memendam emosi yang terlalu berlebihan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukannya.

Hal tersebut dia sampaikan karena sekarang status Ahok yang awalnya tersangka sudah menjadi terdakwa, seperti yang sudah dituntut oleh ribuan umat Islam saat demo 411 dan 212 kemarin.

Pernyataan Aa Gym tentang kasus dugaan penistaan agama Ahok tersebut disampaikannya di sela-sela penyampaian materi tentang pentingnya seorang Muslim untuk membaca dan mengamalkan Al-Qur'an setiap hari.

"Bela Islam, bela Qur'an, tetapi enggak pernah baca Qur'an. Jangan terlalu emosi ke Pak Ahok ya," kata Aa Gym saat mengisi acara ceramah di Masjid Jami Al Makmuriah, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Senin (9/1/2017) siang.


Aa Gym mengatakan bahwa dia bukanlah orang yang terlalu memendam emosi berlebihan terhadap seseorang, sehingga dia juga sudah tidak terlalu dendam dengan ucapan Ahok. Aa Gym juga mengaku lebih sering mendoakan Ahok daripada menyimpan dendam terlalu lama.

"Didoain. Pak Ahok juga mahluk Allah. Gara-gara beliau kepletok, kita bisa bersatu begini ya," ujar Aa Gym dengan logat Sunda-nya yang khas.

Kepada para jemaah yang hadir, Aa Gym kemudian membacakan Al-Qur'an Surat Al Maidah ayat 8 yang berisi tentang pentingnya berbuat adil.

"Tidak boleh marah membuat kita berbuat tidak adil. Hai orang-orang beriman, janganlah kebencian terhadap suatu kaum membuat kita berbuat tidak adil," kata Aa Gym lagi.




Kemudian Aa Gym bercerita bahwa dia pernah dihubungi oleh Ahok via WhatsApp. Dalam perbincangan tersebut, Aa Gym mengaku banyak menasihati Ahok agar bisa mengevaluasi diri.

"Pak Ahok nge-WA saya 'Aa tolong doain saya ya'. Saya nge-read 'Iya Pak Ahok, Insya Allah. Banyak-banyak istighfar'," kata  Aa Gym yang kemudian disambut dengan tawa oleh para jamaah yang hadir.

Aa Gym menyampaikan ceramahnya selama 50 menit. Dalam ceramahnya tersebut, dia sama sekali tidak menyampaikan materi politik maupun materi penistaan agama, melainkan lebih banyak berbicara soal tuntutan hidup yang harus dilakukan seorang Muslim dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, pada awal ceramahnya, Aa Gym sempat melakukan klarifikasi soal adanya isu yang mengatakan kedatangannya ke Pulau Pramuka karena Pilkada DKI Jakarta 2017 yang sudah dekat dan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

1 comment:

  1. Harusnya seperti itu yg namanya ustad,bukan meledak ledak kyk petasan

    ReplyDelete