HARIANMAG - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 (dua) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku anak dan istrinya sangat kecewa dengan kondisinya saat ini, karena kini dia harus rutin menjalani sidang sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
"Tentu waktu jadi tersangka, istri dan anak saya kecewa, karena mereka tahu saya tidak mungkin menista agama," kata Ahok.
Walaupun begitu, Ahok juga mengatakan bahwa kekecewaan tersebut sengaja dipendam oleh istri dan anaknya dan sengaja tidak diungkapkan kepada dirinya hingga hari ini. Ahok mengaku secara tidak sengaja sempat mendengar percakapan antara anak sulung dan anak bungsunya tentang kondisi dirinya saat ini.
"'Kalau Papa dihukum, kita tidak ada guna tinggal di negara ini.' Itu mereka bilang, ngomong antar anak saja, kalau di depan saya tidak bilang," kata Ahok.
Selain itu, Ahok melihat sikap asli istrinya Veronica Tan agak berubah semenjak permasalahan yang dialaminya itu. Meskipun istrinya tidak marah tapi Ahok tahu bahwa istrinya begitu kesal dan kecewa dengan keadaan tersebut.
"Ibu saya juga percaya begini, kami percaya kalau kita niatnya baik, orang mau fitnah kami, dia boleh merancang-rancang jahat, tapi kami percaya ada Tuhan mengubah kebaikan kita semua. Itu yang selalu saya yakini dari cerita-cerita nabi," lanjutnya.
Ahok percaya bahwa masalah-masalah yang sedang dihadapinya ini sudah ditulis dalam kitab takdirnya. Dia juga yakin bahwa hal tersebut tidak bisa dipilih, sehingga dia tidak perlu merasa khawatir dengan apa yang sedang menimpanya.
"Saya kan jadi showcase. Suatu hari saya yakin orang akan lihat kok kalau saya tidak salah. Kalau sidang 12 jam anggap saja kuliah, saya ikhlas dan terima. Kalau tidak ikhlas saya bisa sakit, apalagi toiletnya jorok. Saya bilang jangan sampai sakit perut. Nikmati saja, syukuri, dengarkan (persidangan). Saya di rumah biasa-biasa saja," kata Ahok.
Di sisi lain, anak Ahok, Nicholas Sean Tjahaja Purnama, juga mengaku khawatir kalau ada kemungkinan ayahnya bisa dipenjara. Namun, Ahok tetap mencoba untuk menenangkan mereka agar mereka tidak terlalu khawatir.
"Saya sampaikan anak-anak harus bangga, bapaknya bukan dipenjara karena korupsi, tetapi fitnah politik," kata Ahok.
Ahok mengungkapkan bahwa segala keputusan yang akan diambil oleh Majelis Hakim akan tercatat sebagai sejarah. Ahok juga berharap anak-anaknya bangga karena ayah mereka menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia.
"Suka enggak suka, saya jadi pemeran utama untuk menentukan negeri ini mau ke mana. Ahok ini batu ujian buat negara ini," tegas Ahok.
"Saya bilang sama anak saya, 'Bapakmu ini yang akan menentukan rumah Pancasila mau dibangun atau enggak," lanjutnya.
Ahok mengungkapkan bahwa kini dia sudah tidak lagi memikirkan akan menjadi seperti apa Pilkada DKI Jakarta 2017 nanti.
Namun satu hal yang nantinya akan warga DKI Jakarta ketahui adalah bahwa apabila dia kalah, kekalahannya tersebut bukan dikarenakan oleh visi misinya dalam membangun Jakarta.
"Saya enggak terpilih pun, sejarah mencatat, saya tidak terpilih bukan karena visi misi program. Akhirnya ketahuan karena saya kafir, enggak apa-apa, ini pembelajaran politik negeri," kata Ahok menutupi wawancara.


No comments:
Post a Comment