HARIANMAG - Prabowo Subianto mengutarakan rasa menyesalnya karena pernah mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta pada 2012 yang lalu.
Ketua umum Partai Gerindra itu pun menyatakan permintaan maafnya kepada rakyat Jakarta atas keputusannya saat itu.
Menanggapi pernyataan Prabowo tersebut, Ahok tidak mau ambil pusing dan tidak mempermasalahkannya sama sekali. Ahok hanya mengatakan bahwa dia tidak bisa dibandingkan dengan mantan Danjen Kopasus itu.
"Aku jangan bandingin sama Pak Prabowo, itu capres gue cagub kok. Kelasnya beda dong bos," kata Ahok di Kampung Tengah, Krama Jati, Jakarta Timur, Senin (6/2).
Prabowo sendiri benar-benar tidak mau mengingat lagi momen saat dirinya mendukung pencalonan Ahok sebagai cawagub DKI 2012 mendampingi Joko Widodo. Prabowo juga mengakui bahwa dia salah memilih orang pada saat itu.
Prabowo dan Ahok pernah memiliki hubungan yang sangat dekat dan baik. Prabowo pernah mengundang Ahok dan keluarga untuk makan bersama di kediamannya di Hambalang Bogor. Dan momen itu nampaknya hanya tinggal kenangan untuk kedua belah pihak.
Ahok telah memutuskan untuk keluar dari Partai Gerindra pada akhir 2014 yang lalu, karena adanya perbedaan pendapat dimana Gerindra ingin kepala daerah dipilih oleh DPRD, sementara Ahok tidak setuju dengan usulan partainya tersebut.
Setelah Jokowi menang di Pilpres 2014, Ahok naik menjadi gubernur DKI Jakarta selama 2 tahun tanpa satupun embel-embel partai politik di tubuhnya.
Peristiwa itu ternyata menjadi salah satu momen pahit bagi Prabowo, dan kini dia merasa sangat menyesal karena sudah memilih dan memenangkan Ahok lima tahun yang lalu.
"Kita sudah cari yang paling terbaik, kali ini bener deh. Gue minta maaf deh pernah ngakuin yang dulu itu. Maafin deh yah, jangan liat ke belakang," kata Prabowo mengungkapkan penyesalannya saat kampanye untuk memenangkan pasangan calon nomor tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Jalan Jembatan Bandung, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Selasa (31/1).
Selain itu, Prabowo juga mengomentari cara Ahok memimpin selama di Jakarta. Menurut dia, Indonesia butuh kepemimpinan yang sejuk, bukan tukang marah-marah dan tukang maki-maki orang, apalagi yang terus menyalahkan anak buahnya.
"Jangan marah-marah negara kita butuh kesejukan sekarang, ini dikit-dikit marah jelek-jelekin, maki-maki. Kalau kita cari kesalahan semua salah pasti," ungkap Prabowo.
Prabowo juga mengatakan bahwa saat ini segala sesuatu bisa dibeli dengan uang, yang tidak tahu darimana didapatkan uang tersebut.
"Jadi dengan uang semua bisa dibeli enggak tahu uangnya dari mana. Menurut saya demokrasi kita hendak dirusak rakyat mau dibohongi terus rakyat dianggap bodoh. Elite-elite banyak enggak benernya tuh," kata Prabowo.


No comments:
Post a Comment