HARIANMAG - Aksi bela Islam akan kembali digelar pada hari Rabu (21/2/2017) mendatang. Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak pemerintah mencopot jabatan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang statusnya kini sudah tersangka atas kasus dugaan penistaan agama.
Demo 212 ini adalah aksi demo yang sudah kesekian kalinya dilakukan setelah 4 November (411), 2 Desember (212). Pada 11 Februari, demo juga digelar tetapi polisi melarang para peserta aksi untuk turun ke jalan. Sebagai gantinya, kegiatan demo difokuskan di Masjid Istiqlal.
Selain itu di pihak DPR, beberapa fraksi juga mengusulkan hak angket pencopotan Ahok. Sedangkan DPRD sepakat untuk tidak melakukan rapat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selama masih dipimpin oleh Ahok.
Koordinator aksi Forum Umat Islam (FUI), Andi Hasbi menyebutkan bahwa rencana demo ini membawa empat isu besar. Tujuan utamanya adalah meminta DPR untuk mendesak Kementerian Dalam Negeri untuk mencopot Ahok dari jabatannya sebagai gubernur DKI Jakarta.
DPR juga didesak untuk bertindak atas kriminalisasi terhadap ulama dan menghentikan penangkapan terhadap mahasiswa. Meski begitu, Andi menegaskan bahwa aksi yang dilakukannya nanti akan berlangsung aman dan sama sekali tidak ada rencana untuk menduduki gedung DPR.
"Tidak ada perintah pendudukan DPR, unjuk rasa saja. Kita larang pendudukan, itu rumah rakyat, menyuarakan aspirasi," kata Andi.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan bahwa pihak kepolisian tidak merasa keberatan jika aksi demo yang menyedot ribuan massa itu kembali dilakukan, dengan syarat massa bisa menjalankan demo dengan tertib sesuai aturan.
"Enggak masalah (aksi), kami siapkan pengamanannya. Yang penting tertib saja," kata Boy di Kota Bandung, Sabtu (18/2/2017).
Kabid Humas Polda Metro Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa dia sudah menerima laporan tersebut. Dan polisi juga kembali mengingatkan agar aksi demo tidak mengganggu ketertiban umum.
"Berita terakhir sore ini ternyata untuk giat 212 yang mengatasnamakan Forum Umat Islam sudah mengirim surat pemberitahuan aksi ke Polda Metro. (Massa) 10.000," kata Argo, Minggu (19/2/2017).


No comments:
Post a Comment