Antasari Siap Mati Setelah Bocorkan Semua Perbuatan SBY


HARIANMAG - Antasari Azhar perlahan-lahan membuka teka-teki kasus pembunuhan yang menyebabkan dirinya dipenjara selama 8 tahun. Tak tanggung-tanggung, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini langsung mengungkap keterlibatan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Antasari dengan tegas mengakui jika dirinya merupakan korban kriminalisasi saat SBY masih berkuasa. 

Apakah SBY melakukan kriminalisasi? "Iya!" jawab Antasari di Gedung Sementara KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/2). 

Antasari datang untuk memberikan laporan soal SMS misterius ke bos PT Putra Rajawali Bantaran, Nasrudin Zulkarnain.


Antasari mengungkapkan bahwa saat itu (Mei 2009), SBY mengirim Hary Tanoesoedibjo (HT) untuk melobinya agar tidak menahan Aulia Pohan yang sedang tersandung kasus penarikan dana sebesar Rp 100 milyar dari yayasan pengembangan Perbankan Indonesia.

Aulia Pohan sendiri merupakan ayah dari Annisa Pohan, istri dari anak sulung SBY yang juga saat ini merupakan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 (satu), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Ada orang malam-malam ke rumah saya. Orang itu, Hary Tanoesoedibjo. Dia diutus Cikeas, siapa orang Cikeas? Dia diminta untuk bilang ke saya tak menahan Aulia Pohan," ungkap Antasari.

"Dia (Hari Tanoe) bilang 'Saya datang membawa misi menemui bapak," kata Antasari menirukan ucapan Harry Tanoe saat itu.


"Saya bilang saya enggak bisa karena ada aturannya di KPK, statusnya sudah tersangka jadi harus ditahan," kata Antasari.

"Tolonglah Pak," pinta Hary Tanoe.

"Saya bilang saya memilih profesi hukum, resiko apa pun saya terima setelah saya ngomong hari ini," tegas Antasari.

Setelah membocorkan semua kejadian dan peristiwa tersebut, Antasari mengaku bahwa dirinya sudah siap mati.




"Selesai saya bicara ini besok saya mati saya juga siap," tegasnya.

"Kalau saya enggak bicara hari ini besok saya mati anda enggak tahu misteri ini," tutup Antasari.

No comments:

Post a Comment