Ahok Pasrah Jika Warga Jakarta Menginginkan Gubernur Baru. Begini Alasannya.


HARIANMAG - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 (tiga) Anies Baswedan beberapa kali menyebutkan bahwa 70% warga DKI Jakarta menginginkan gubernur baru untuk.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak mau terlalu ambil pusing dan menyerahkan hasil Pilkada DKI Jakarta 2017 kepada warga Jakarta.

"Kalau urusan dipilih enggak dipilih kan urusan orang Jakarta. Terserah mereka dong mau pakai gubernur yang baru apa yang lama, ikuti saja itu haknya warga DKI kok," tegas Ahok di Balai Kota, Jumat (24/2/2017).

Ahok mengaku lebih fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya yang saat menumpuk, daripada harus memikirkan menang atau kalah di Pilkada DKI Jakarta 2017. Ia juga mengaku lebih memilih untuk tetap bekerja daripada harus cuti kampanya seperti yang diwajibkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, walaupun ia bisa lebih santai di masa cuti kampanye.




"Makanya dulu saya bilang kalau saya disuruh pilih, saya pilih kerja. Rugi sebetulnya kalau kita kerja. Lebih untung yang enggak kerja dong. Sebelumnya kalau kampanye gimana saya saja enggak pernah nyuruh orang. Saya bilang kalau cuti lebih enak kampanye keliling-keliling kemana-mana, sekarang enggak bisa, kerja," kata Ahok.

Ahok sudah berjanji untuk tidak memanfaatkan aktivitasnya saat ini untuk berkampanye. Setelah kembali dari cuti kampanya 3 bulan, kini Ahok lebih banyak melakukan blusukan untuk meninjau lokasi banjir, menyapa warga hingga meresmikan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA). Ia juga memastikan untuk tetap profesional dan tidak memanfaatkan aktivitas-aktivitasnya untuk berkampanye.

"Jadi pilih kerja saja. Kamu lihat saja kita kemana-mana ada lihat saya kampanye? Kita yang peresmian RPTRA saja 100 lebih saya tanda tangan di sini. Kalau saya mau alasan, saya bisa dong pagi, siang, sore kunjungi masyarakat. Tapi kalau buat saya, ya saya lebih milih kerja," ujar Ahok.

Seperti diketahui, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang lolos ke putaran kedua harus mengikuti kampanye. Kampanye akan dilakukan pada 7 Maret - 16 April 2017.

1 comment: