Wah!! Agus Emosi Saat Ditanya Soal Program Anggaran


HARIANMAG - Nada bicara calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 (satu) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninggi saat ada wartawan yang menanyakan soal pemborosan APBD kepadanya.

Pada awalnya, putra sulung dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu sedang menjelaskan tentang program pemberian dana Rp 1 Milyar / RW setiap tahunnya. Kemudian ada wartawan yang menanyakan tentang pemborosan APBD.

Agus pun terlihat terus mencoba untuk mendengar lebih jelas pertanyaan dari wartawan tersebut, karena suasana saat itu sedang sangat ramai.

"Apa? Yang mana? APBD?" tanya Agus kepada wartawan itu setelah berkampanye di Jalan Cibanteng, Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, Senin (16/1/2017).


"Bagaimana cara mencegah pemborosan APBD?" tanya wartawan lagi kepada Agus.

"Yang mana yang memboroskan? Yang mana?" Agus kembali bertanya lagi.

"Cara mencegah pengeluaran atau pemborosan APBD?" tanya wartawan lagi dengan lebih jelas dan sedikit terbata-bata.

Setelah mendengar pertanyaan tersebut dengan jelas, nada bicara Agus pun berubah. Agus menduga bahwa pertanyaan wartawan itu menyangkut kemungkinan pemborosan dari program Rp 1 Milyar / RW setiap tahun.


"Enggak, maksudnya (pemborosan) apa? (pemborosan) dalam konteks apa? Mas mengatakan itu (program Rp 1 miliar / RW setiap tahun) pemborosan (APBD) Rp 1 Milyar, begitu?" tanya Agus dengan nada tinggi.

Kemudian, wartawan lain mencoba untuk menjelaskan maksud dari pertanyaan tersebut dengan lebih detail kepada Agus.

"Enggak, maksudnya cara Bapak mengontrol pengeluaran APBD biar enggak boros. Begitu kali, Pak," kata wartawan lainnya menjelaskan kepada Agus.

Mendengar pertanyaan itu, Agus langsung menjawab "Ya jelas itu kan ada mekanismenya, semua bisa dihitung dengan baik. Saya tak terlalu memahami pertanyaan Anda karena tak spesifik pemborosan dalam hal apa. Kalau bisa secara langsung (dijelaskan) apa contohnya,".




Agus pun mempertanyakan pihak-pihak yang mengkritik programnya tersebut. Dia menyatakan bahwa masyarakat menginginkan programnya itu terealisasi, karena menurutnya program pemberian bantuan dana Rp 1 Milyar / RW setiap tahun itu adalah aspirasi rakyat.

"Tak mungkin saya hadirkan program kalau tak jadi kebutuhan warga, untuk apa? Saya tak ingin melakukan sesuatu yang tak berguna, saya berkeliling ke seluruh warga gerilya sana sini, semua menyambut dengan baik," kata Agus.

No comments:

Post a Comment