Tukang Gusur VS Rumah Apung


HARIANMAG - Belakangan ini sedang ramai dibicarakan tentang saling sindir-menyindir antara Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 (satu) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 (dua) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Perang sindir-menyindir tersebut awalnya dimulai saat Agus secara terang-terangan melontarkan pernyataan kerasnya agar pada 15 Februari mendatang warga tidak salah dalam memilih. Agus juga mengingatkan kepada warga agar jangan memilih pemimpin yang suka menyakiti dan menggusur rakyat.

"Jangan sampai salah pilih, kalau salah pilih sengsaranya 5 tahun. Saya dan Mpok Sylvi akan berjuang, Jangan ada lagi rakyat yang digusur. Jangan pilih pemimpin yang suka gusur rakyat dan menyakiti rakyat," tegas Agus saat berorasi dan bergerilya di Kelurahan Bungur, Senen, JakartaBarat, Selasa (10/1).

Pernyataan tersebut diungkapkan Agus setelah beberapa waktu sebelumnya Ahok mengganti singkatan AHY yang seharusnya Agus Harimurti Yudhoyono menjadi 'Ahok Hakul Yakin'.


Saat dikonfirmasi soal pernyataan tersebut, Agus hanya memberikan komentar singkat. Dia meminta para wartawan untuk menyimpulkan sendiri apa maksud dari pernyataannya itu.

"Ya simpulkan sendiri lah, Anda masa enggak ngerti," jawab Agus saat dikonfirmasi oleh wartawan setelah selesai berorasi.


Sebagaimana diketahui, pernyataan Agus tersebut memang secara sengaja ditujukan kepada Ahok yang menjadi salah satu pesaingnya dalam pilgub DKI Jakarta 2017. Alasannya karena dari ketiga kandidat Pilgub DKI, hanya Ahok saja yang statusnya Gubernur DKI Jakarta non-aktif.

Ahok pun menjawab pertanyaan Agus tersebut. Dengan tersenyum Ahok menyatakan banjir di Jakarta saat ini sudah mulai mengalami pengurangan. Menurutnya, selama dua tahun ini Jakarta sudah tidak mengalami banjir akibat normalisasi sungai yang dilakukannya.


"Lu berasa enggak sih, gua gubernur yang ngurangin titik banjir dua per tiga? Sekarang gua tanya sama lu, lu merasa enggak sekarang seluruh kota Asia Tenggara karena La Lina kena banjir. Jakarta yang selama ini, banjir, dua tahun enggak banjir. Itu akibat apa? Akibat kita normalisasi sungai," kata Ahok di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/1).

Ahok juga menjelaskan kalau salah satu penyebab banjir adalah terjadinya penyempitan sungai dan tali air di Jakarta. Sehingga salah satu cara untuk memperbaikinya adalah dengan mengembalikan bentuknya.

Kemudian Ahok menanyakan tentang bagaimana caranya untuk menormalisasi sungai jika tidak dilakukan dengan menghilangkan pemukiman yang ada di pinggir sungai tersebut. Ahok pun balas menyindir Agus apakah harus memakai rumah apung.

"Orang bilang gusur, sekarang gua tanya, normalisasi sungai tanpa menghilangkan rumah-rumah yang menduduki trase sungai itu caranya gimana? Diapungin rumahnya?" tanya Ahok dengan nada tinggi.


Seperti yang kita ketahui bahwa video tentang penjelasan Agus mengenai penanganan masalah banjir tanpa merelokasi warga sempat menjadi viral di media sosial beberapa waktu yang lalu.

Dalam video tersebut, putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu melontarkan konsep 'Rumah Apung' yang menjadi perbincangan hangat netizen.

Saat itu, Ahok juga mengomentari konsep rumah apung tersebut. Menurut Ahok, konsep 'Kota Apung' hanya ada di film-film Hollywood.

"Bisa saja ya (Kota Apung) di film-film sudah ada kok kota terapung. Kita enggak tahu, saya belum punya teknologi itu, tapi kalau saya nonton film-film Hollywood memang sudah ada kota bisa terapung," kata Ahok di Jatipadang, Jumat (30/12/2016) lalu.


Ahok menilai Jakarta bisa saja diubah menjadi 'Kota Apung' namun kemungkinan rencana itu baru bisa terlaksana 100 tahun lagi.

"Mungkin tercapai. Dulu (sebelum ada HP) kan Handphone kan orang pikir bohong. Akhirnya kita semua punya handphone. Bisa saja 100 tahun ke depan ada kota terapung, bisa," kata Ahok.


Agus sendiri sudah pernah angkat bicara soal konsep 'Rumah Apung' dan dia membantah dengan mengatakan bahwa program 'Rumah Apung' itu bukanlah programnya.

"Saya enggak pernah jelasin itu. Iya (ada videonya), tetapi bukan program saya," kata Agus saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di rumah Sylviana Murni, Kamis (29/12/2016) malam.

Kemudian Agus menjelaskan bahwa dia mengatakan hal itu untuk menunjukkan masih banyak cara yang bisa digunakan untuk menata Jakarta tanpa harus melakukan penggusuran. Namun dia membantah kalau konsep 'Rumah Apung' tersebut masuk dalam salah satu  programnya.

"Ada tidak di program saya soal itu? Tidak ada. Saya hanya mengatakan bahwa itu ada konsep di mana pun di dunia yang sudah dikembangkan juga, 'Rumah Apung' atau 'Hunian Apung'," kata Agus.



No comments:

Post a Comment