Semakin Panas!! Ahok & Sylviana Adu Mulut Di Media Gara-Gara Hal ini.


HARIANMAG - Pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta 2017 hanya tinggal hitungan waktu. Dua pekan ke depan, warga ibu kota akan memilih pemimpinnya di balik bilik suara di TPS.

Suasana antar kandidat juga semakin panas. Perang statement antar kandidat tidak terelakan. Salah satu perang statement terjadi antara cagub nomor urut 2 (dua) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan cawagub nomor urut 1 (satu) Sylviana Murni.

Perang statement tersebut dimulai saat Ahok berkomentar tentang kepercayaan diri Sylviana yang terlalu besar.

Hal tersebut dikatakan Ahok karena walaupun Sylviana pernah menjadi seorang PNS DKI Jakarta, namun Ahok menilai bahwa mantan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pariwisata dan Kebudayaan itu tidak menguasai birokrasi.


Bahkan, Ahok mengatakan bahwa Sylviana pernah distafkan saat masih menjadi PNS DKI dulu. Soal alasan mengapa Sylviana pernah distafkan, Ahok meminta agar para wartawan menanyakannya langsung kepada cawagub dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.

"Dia pernah distafkan loh. Coba tanya Bu Sylvi kenapa distafkan? Zaman dulu saja biasanya namanya PNS kalau enggak ada kesalahan besar enggak mungkin distafkan. Bu Sylvi kan distafkan waktu BP7 ada kasus apa? Coba tanya," kata Ahok di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (29/1) lalu.

Ahok juga meminta kepada Sylviana untuk tidak merasa sebagai orang yang paling mengerti soal birokrasi, karena kalau melihat rekam jejaknya, Sylviana merupakan salah satu orang yang tidak mengerti birokrasi sama sekali.

"Pasca reformasi semua berubah. Dulu kan diperintah atas duit abis enggak habis harus diabisin. Sekarang beda soal anggaran. Bu Sylvi adalah salah satu PNS yang enggak menguasai semua urusan sebetulnya," ungkap Ahok.


Ahok bahkan menduga bahwa Sylviana merupakan salah satu PNS DKI Jakarta yang banyak bermain politik, karena pernah mewakili Partai Golkar.

"Kita bicara jujur aja Bu Sylvi selama ini mungkin selalu banyak main politik di Pemda, birokrasi. Dia pernah di DPRD kok selama PNS, dulu dia mewakili Golkar," kata Ahok.

Tidak terima dengan tuduhan Ahok tersebut, Sylviana pun angkat bicara dan membantah tuduhan Ahok bahwa dirinya pernah distafkan saat masih aktif menjadi PNS dulu.

Sylviana menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh Ahok adalah fitnah keji. Sylvi mengatakan bahwa hingga menjabat sebagai Deputi Bidang Pariwisata DKI Jakarta, dia tidak pernah mendapatkan sanksi sekalipun.




"Pernah distafkan? Tidak pernah, kata siapa? Itu fitnah yang keji. Tidak pernah (distafkan). Karier saya terus," kata Sylviana setelah bertemu dengan Presiden ke-3 RI BJ Habibie di Patra Kuningan, Jakarta, Minggu (29/1).

Ternyata pembantahan Sylviana tersebut sampai ke telinga Ahok dan Ahok kembali menantang Sylviana. Ahok mengatakan kalau Sylviana mau memperpanjang masalah tersebut, Ahok akan meladeninya.

"Ya terserah. Aku kan cuman ngomong, kalau dia mau terusin aku ladenin," kata Ahok di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Senin (30/1).

Ahok merasa sangat percaya diri karena dia mendapatkan informasi tersebut dari salah satu PNS DKI Jakarta yang sudah pensiun.

No comments:

Post a Comment