Bareskrim Akan Menelusuri Orang Belakang Yang Memanfaatkan Bambang Tri


HARIANMAG - Bambang Tri Mulyono ditangkap polisi karena mengarang buku dengan judul 'Jokowi Undercover' tanpa adanya data yang valid.

Selain itu, pihak kepolisian juga menelusuri kemungkinan adanya orang di belakang Bambang Tri yang menyuruhnya untuk menulis buku tersebut.

"Masih kita dalami apakah ada orang yang memanfaatkan itu untuk (Pilpres) 2019," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto saat dihubungi HarianMag, Kamis (5/1/2017).

Agus mengatakan bahwa Bambang Tri tidak mempunyai data-data valid yang bisa dia gunakan dalam menulis buku tersebut.


"Kebanyakan bahan-bahannya itu ngarang-ngarang. Kita tanya buktinya apa, tidak punya bukti apa-apa, kita tanya kenapa, pokoknya ingin menulis sesuatu yang heboh. Kalau mau heboh, isinya fitnah kan kacau," kata Agus.

Agus juga mengatakan bahwa penangkapan Bambang Tri dilakukan berdasarkan temuan penyidik. Seperti yang diketahui, Bambang Tri memasarkan bukunya secara online di akun Facebook-nya.

"Pertama karena temuan penyidik itu, kemudian kita tingkatkan jadi penyidikan. Kemudian ada laporan Pak Bimo, kita jadikan satu, karena masalahnya kan sama," kata Agus lagi.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga menegaskan akan mencari tahu siapa yang orang belakang yang memanfaatkan Bambang Tri untuk menulis buku tersebut.




"Kita akan dalami siapa orang belakang yang menggerakkannya, siapa yang mengajari dia," kata Tito di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (4/1).

"Kemampuan menulisnya berantakan, tidak mengikuti sistematika pelajaran-pelajaran orang yang terdidik," lanjut Tito.

No comments:

Post a Comment