Beliau adalah mantan panglima pasukan berani mati Gus Dur yang saat itu hendak dilengserkan oleh para politisi senayan pimpinan Amien Rais.
Pada Pilpres 2014 yang lalu, beliau (Gus Nuril Arifin) mendeklarasikan diri sebagai pendukung Prabowo Subianto, tetapi ketika jagoannya kalah beliau langsung menyatakan kepatuhannya kepada presiden pilihan rakyat (Joko Widodo) dan tidak menjadi kelompok barisan sakit hati yang sampai saat ini tidak berhenti menghujat, menghina, dan bahkan ingin menjatuhkan Presiden Jokowi ditengah jalan.
Hari ini (19/11/2016) Gus Nuril Arifin bersama kelompoknya kembali akan turun gunung dengan menggagas sebuah aksi yang diberi nama "Parade Bhinneka Tunggal Ika".
Kegiatan ini rencananya akan diikuti oleh 100.000 (seratus ribu) massa gabungan dari lintas agama, suku dan etnis dengan tujuan mempertahankan kedaulatan NKRI dari rongrongan kelompok pengacau yang jelas-jelas ingin berbuat makar terhadap kepala pemerintahan negara yang sudah sah dipilih oleh rakyat.
Kelompok pengacau yang saat ini sengaja menunggangi kasus Ahok mempunyai tujuan lain dengan membuat kekacauan dan ujung-ujungnya tujuan utama mereka adalah melengserkan kepala pemerintahan yang sudah sah dipilih oleh rakyat Indonesia yaitu Presiden Joko Widodo.
Kenapa Gus Nuril sampai mengadakan "Parade Bhinneka Tunggal Ika" hanya untuk membela seorang Presiden yang pada pilpres 2014 silam bukan jagoannya?
Simak pidato singkat Gus Nuril berikut Ini kepada saat diwawancarai :
Saya berharap sudah saatnya anak-anak bangsa bangun, bangkit, dan berdiri untuk menyingsikan lengan baju, bumi pertiwi memanggil kalian, negara diambang kehancuran, jangan bilang ada indikator atau gak ada indikator, goblok kalau tidak bisa melihat hal ini.
Ini sudah pertarungan antar etnis, antar bangsa, antar suku, antar agama, sudah merebak kemana-mana, ini bangsa sudah diambang kehancuran.
Pemimpin-pemimpin kita ini dianggap tidak ada yang benar dimata pendahulunya atau dimata setelahnya, mulai Bung Karno dianggap tukang kawin, ganti Pak Harto dianggap tukang korupsi, ganti Habibie kebangsaannya dianggap double, diganti Gus Dur Akhirnya diturunkan juga padahal beliau sudah Ulama, ama duit aja gak ngerti masih aja dicap korupsi, diganti oleh Megawati dikatain penjual negeri, diganti oleh SBY dibilang sebagai presiden yang ragu-ragu sampai wajahnya ditempelkan di pantat kerbau, ini kan lambang negara bung, lambang negara di Amerika yang merupakan negara paling bebas sekalipun, mendekati titik istana presiden dengan jarak 40 meter akan ditembak mati, kita malah ndak, jangan begitu...
Sudahlah saya dulu pendukung Gus Dur diturunkan, sakitnya masih disini, jangan terulangi lagi, kalau memang jantan mau nurunin Jokowi silahkan tarung dengan sistem yang ada, jangan dibiasakan menghimpit presiden, jangan... Itu merupakan budaya yang biadab dan tidak jantan. Kalau mau berjuang jadi pemimpin yah berjuang dengan benar, jangan kemudian sudah dipilih kemudian mau diturunkan.
Masih penasaran dengan kelanjutan pidato Gus Nuril yang menyatakan siap untuk berperang melawan kelompok pengacau negara? Silahkan lihat video dibawah ini :


No comments:
Post a Comment