Ini Sindiran 'Halus Tapi Menusuk' Ahok Kepada Habib Rizieq


HARIANMAG - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan rasa kasihannya dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab yang menjadi koordinator Konvensi Gubernur Muslim Jakarta.

Menurut Ahok, apa yang dilakukan Rizieq Shihab merupakan sebuah langkah mundur yang tidak akan membuat Indonesia maju.

"Saya kira sudah enggak zaman, yah. Pendiri negara ini sudah menetapkan Pancasila dan UUD 1945. Konvensi gubernur kok pakai bedain agama gitu," kata Ahok di RPTRA Amir Hamzah, Menteng, Jumat (26/2/2016).

Ahok mengatakan bahwa negara ini sudah lebih maju daripada pola pikir Rizieq Shihab. Kemerdekaan Indonesia diraih dengan semangat Pancasila yang mengedepankan nilai toleransi beragama. Fondasi Indonesia dengan Pancasila sudah terbentuk.


Namun Ahok mengatakan bahwa apa yang diperbuat oleh Rizieq Shihab berlawanan dengan dasar negara Pancasila tersebut.

"Kasihan dia enggak mengerti bahwa negara ini sudah tumpahkan darah, dan fondasi bangsa ini sudah selesai dibangun. Sudah saatnya membangun tembok dan atapnya, bukan membuat lagi fondasinya. Saya kasihan aja dengan Habib Rizieq," kata Ahok.

Menjelang Pilkada DKI Jakarta tahun depan, sejumlah tokoh Islam membuka Konvensi Gubernur Muslim Jakarta untuk menjaring calon pemimpin Jakarta yang bisa menandingi calon gubernur petahana Ahok.

Konvensi tersebut dipimpin oleh Rizieq Syihab selaku Sekjen FUI KH M Al-Khaththath, Zein bin Sumaith selaku Ketua Umum PP Rabithah Alawiyah, KH Maulana Kamal Yusuf selaku Rois Suriah PWNU DKI Jakarta, dan sejumlah orang lainnya.




Ketua Dewan Pemilih pada konvensi itu, KH Fahrurrozy Ishaq, menjelaskan, gerakan itu dilatarbelakangi keinginan umat Islam akan hadirnya gubernur dan wakil gubernur dari kalangan Muslim.

Mereka dengan jelas menolak Ahok atas dasar agama atau kepercayaan yang berbeda. Terlebih setelah dugaan penistaan terhadap Al-Quran dan agama Islam yang dilakukan oleh Ahok pada saat berpidato di Kepulauan Seribu beberapa saat yang lalu.

No comments:

Post a Comment