Begini Respon Tegas Ahok Soal Aksi FPI Bersama Yang Ingin Menyerbu Balaikota Siang Ini


HARIANMAG - Puluhan Organisasi Masyarakat (Ormas) akan menyerang Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Salah satu ormas yang ikut serta dan paling bersemangat untuk menyeret Ahok ke penjara adalah Front Pembela Islam (FPI). FPI bahkan turut menggerakkan puluhan bahkan ratusan massa untuk membantu aksi mereka menyerang Gedung Balai Kota.

Terkait hal itu, Ahok mengungkapkan tidak akan menyampaikan kembali pernyataan maafnya walaupun aksi tersebut dilakukan. Sebab ia menilai, maksud aksi tersebut bukan untuk mendapatkan titik penyelesaian dengan cara damai.

"Ngapain gitu loh minta maaf, mau ngapain lagi. Itu kan udah jelas minta maaf. Ini kan nggak terima minta maaf, masih demo kan. Ngapain kita mau ini. Orang udah minta maaf," katanya di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/16).


Mantan Bupati Belitung Timur ini kembali menjelaskan, pernyataannya saat berpidato di Kepulauan Seribu beberapa hari yang lalu sebenarnya tidak pernah bermaksud untuk menghina Al-Quran apalagi melecehkan agama Islam.

Sebab semua orang dapat menyaksikan langsung video lengkap dari seluruh pernyataannya di Youtube agar lebih jelas.

"Kan TV media banyak kalian wartawan gitu banyak. Saya ngomong kok nggak ada yang tulis. Setelah dipotong-potong baru jadi rame. Itu aja buktinya," kata Ahok dengan tegas.

Meski demikian, Ahok mengaku akan membukakan pintu untuk menerima perwakilan dari aksi penyerbuan ormas tersebut jika memang memungkinkan.




Sebab, dia menilai bahwa aksi tersebut bukan untuk menempuh jalur damai, melainkan untuk menyeret dirinya ke penjara.

"Ini mau ketemu apa. Intinya mereka kan cuma mau nyeret aku ke penjara kan. Gitu kan. Ini kan sebagian orang dari gerakan yang mau nyeret saya mulai dari kasus sumber waras, kasus reklamasi, yang bikin anarkis di KPK. Kan tujuannya cuma itu. Tujuannya cuma 1, gimana caranya supaya Ahok bisa masuk penjara dan nggak ikut Pilkada," tutup Ahok.

No comments:

Post a Comment