56 PTN Sepakat Untuk Meng-Gratiskan Biaya Kuliah Bagi Warga DKI Yang Memegang KJP Berkat Ahok


HARIANMAG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali melakukan kerja sama dengan puluhan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk menyukseskan program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Dalam acara penandatanganan perjanjian untuk bekerja sama dalam membuat program bantuan biaya perguruan tinggi bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu asal Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Jumat (21/10/2016) lalu, tercatat ada 30 PTN yang sudah sepakat untuk melakukan kerja sama dengan Pemprov DKI.

Dengan adanya kerja sama itu, maka tercatat sudah ada 56 PTN yang menandatangani kerja sama dengan Pemprov DKI untuk menyukseskan program KJMU.

Sebelumnya, pada sekitar awal September 2016, tercatat sudah ada 26 PTN yang menandatangani kesepakatan kerja sama tersebut.


KJMU sendiri merupakan program bantuan dana pendidikan yang digunakan untuk membantu pelajar yang menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan akan melanjutkan kuliah di PTN.

Dana bantuan pendidikan itu disalurkan untuk pelajar DKI Jakarta yang kini menjadi peserta KJP. Program pendidikan itu diadakan untuk membantu pelajar DKI dari keluarga miskin atau tidak mampu agar dapat meneruskan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Adrianto, menyatakan Pemprov DKI menyiapkan anggaran Rp 2,7 triliun untuk penyelenggaraan KJMU. Setiap peserta KJMU akan menerima dana bantuan sebesar Rp 18 juta per tahun.

"Ini riil, Rp 18 juta bayangkan satu mahasiswa satu tahun nih. Belum pernah terjadi sebelumnya," kata Sopan.




Sementara itu, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuat target untuk ke depannya, yaitu Pemprov DKI bisa bekerja sama dengan semua PTN yang ada di Indonesia.

"Jadi orang Jakarta bisa memilih kuliah di mana saja," kata Ahok.

Ahok menilai anggaran bantuan dana pendidikan yang diberikan dalam program KJMU termasuk yang paling besar jika dibandingkan dengan bantuan dana pendidikan sebelumnya, termasuk dari perusahaan-perusahaan besar.

"Jadi saya bilang enggak ada filantropi di dunia yang bisa menyamai pemerintah. Itu yang membuat saya ada sukacita. Bukan happy, bukan bahagia, tapi joy. Jadi konglomerat pun enggak bisa bagiin duit triliunan tiap tahun untuk menolong orang. Jadi gubernur bisa," kata Ahok.

No comments:

Post a Comment